Selasa, 16 Agustus 2016

13 Zulkaidah 1437 (Aku, Kamu; Dia)

Telah hampir tiga dasawarsa kita bersama
Menyatu memgecup segala asa dan rasa
Melukis langit dengan cerita-cerita indah
Menyulam bahagia dengan benang kasih

Tak peduli terik dan hujan badai
Kita tetap bersama, bergandengan
Saling menguatkan
Saling berbisik, "Kita pasti bisa!"

Kini kita telah beranjak dewasa
Jalan berliku nan terjal semakin terasa
Gemuruh dan gelegar semakin ramai saja
Mungkinkah kita kan tergelincir, jatuh; ...

Akh...
Aku begitu tak ingin jauh
Tak ingin pergi
Meski mereka terus memanggil-manggil di setiap hembusan nafasku
Ak tak ingin lari
Mangkir dari segala mimpi-mimpi indah yang telah kita cipta bersama
Aku tak ingin hilang...
Namun, kini ku mulai lemah
Imajiku dari hari ke hari semakin terkikis

Jangan biarkaan aku redup
Aku begitu tak ingin padam
Dekap dan papah aku
Biarkan aku kembali (menyatu),
Aku, kamu, dan Dia,
Sebelum aku benar-benar pulang.

Bumi Nikel, 13 Zulkaidah 1437
(Selasa, 16 Agustus 2016)

Aku Ingin (Kembali)

"Nikmat tercurah tiada henti
Melalui mentari yang merambat hangat
Melalui sepoi yang berembus pelan
Melalui nafas yang terus kauhela

Adakah kau rasa?
Adakah kau syukuri dengan jiwa?
Semua hanya sebatas kata tanpa nyata

Berkali kau janji
Berkali kau ingkar

Berkali kau ingin kembali
Berkali kau berpaling dan pergi

Entah kapan kau kembali dan tak pergi
Menyatu dalam rasa yang tertinggal
Menggenapkan jiwa yang gamang
Menapaki jalan lurus tanpa kabut"

...

Aku begitu ingin kembali
Menggenapkan jiwa
Melengkapi raga
Mengobati luka

Aku ingin kembali
Terlelap dalam dekapan hagat kasih-Mu

Bumi Nikel, 13 Zulkaidah 1437
(Selasa, 16 Agutus 2016)

Senin, 15 Agustus 2016

Rutinitas

Rutinitas
Laksana senja: berona jingga, berawan tipis.
Gerimis, hujan, petir, gelegar; badai.

Rutinitas
Bak pelangi: merah, jingga, kuning, hijau.
Biru, nyila; ungu.

Runitas-rutinitas
Bagaikan pelangi senja
Tak sekadar indah;
Tersirat berjuta petuah

PepperEarth, 15 Agustus 2016

Jumat, 12 Agustus 2016

Pada Sepotong Senja

Kali ini kududuk di gundukan tanah samping rumah
Menatap lamat-lamat mentari senja mencumbu jingga
Cakrawala seketika memerah; begitu memesona
Mataku terhanyut pada keindahan yang tiada tara

Seketika jiwaku berpaling
Ia menemukan sosok yang tak asing bagiku
Yah, Kau berdiri menatapku dengan senyuman khasmu
Bahagiaku membuncah, mengalir memenuhi aliran darah
Ku berlari mendekatimu, menggenggam jemarimu
Mendekapmu, sesekali ku kecup keningmu
Membisikkan syair-syair cinta ...

Aku terjaga,
Tersengal
Hembusan napasku masih melantunkan namamu

PepperEarth, 12 Agustus 2016 (Jumat, 9 Zulkaidah 1437 H)

Sabtu, 09 Juli 2016

Tentang Kenangan

Sengaja lebih awal kulipat dengan rapi kenangan-kenangan itu dan kusimpan dengan apik dalam lemari di bilik hatiku agar kelak ketika kau pergi dan aku rindu, aku kan membukanya kembali, menatapnya lamat-lamat. Aku sangat tahu,  kemenangan butuh persiapan. Yah, walau sekadar memenangkan hatiku saja.

WanuaMassengereng, 9 Juli 2016

Senin, 04 Juli 2016

Kemarau Bulan Juli

Tak ada yang paling menggetarkan
Selain kemarau bulan Juli
Tempat terik mulai menyapa
Rekahan tetanah mulai menganga

Tak ada yang paling mendebarkan
Selain kemarau bulan Juli
Tempat hawa panas berembus
Pepohonan mulai meranggas

Tak ada yang lebih menggelisahkan
Selain kemarau bulan Juli
Tempat segala rindu berpaut
Tanpa tahu kepada siapa ia tertambat

Wanua Massengereng
Senin, 4 Juli 2016 (29 Ramadan 1437 H)

Senin, 27 Juni 2016

Senja, 27 Juni 2014

Ada banyak kisah yang telah terlukis
Riuh dan sepi datang silih berganti
Asa dan harapan berjuntai dalam angan
Kelam pun terkadang berkuasa
Dan sesal selalu menjadi penghiburnya,,,

Namun, hati masih dapat mengeja isyarat
Ia masih dapat membaca suratan penciptanya
Meski tak selihai mereka, kekasih-Nya

Aku berharap iman dan takwa mejadi perisai
Sabar menjadi lentera yang setia menerangi
Hingga ketenangan kan bertahta dalam diri...

:) #Hope#TM
#Senja#27Juni2014

Bumi Nikel