Hanya kadang sengaja melemahkan diri;
Memperturutkan rasa
Hingga ia binasa
Karena hidup adalah sebuah kisah yang telah tersusun apik oleh Sang Mahakuasa, biar kutuliskan sedikit kisah dalam kanvas yang Ia anugerahkan meski tak seapik guratan-Nya.... "Bila pagi adalah kanvas putih yang kuterima, biarkan kugoreskan rasa dan asa ini hingga senja menyapa..." #TM
Memantik rindu di setiap embusan napas
Jangan salahkan jika semua terbakar rasa
Tanpa meninggalkan bekas, tanpa jelaga
Hanya sesal menyeruak dalam batin kebas
Mengapa harus kembali seperti dulu
Sedangkan kemarin telah tertinggal jauh
Mengapa harus terulang kembali masa lalu
Padahal ikrar telah terukir dalam langkah
Baru saja kubungkus mimpi-mimpi itu
Kususun rapi dalam laci-laci inginku
Kulipat segala anganku satu-satu
Tapi semua berserak-serak, luruh
Aku ingin menunaikan janjiku
Menjadikannya nyata di depan mataku
Aku tak mau terus mengulang lagi
Kembali, kembali, dan terus kembali
Aku betul-betul ingin berlari, pergi
Menyemai indahnya mimpi-mimpi
Bermandikan hangatnya cahaya pagi
Aku ingin beranjak, tanpa pernah kembali
Aku ingin pulang
PepperEarth, 27 Agustus 2017
(3 Zulhijjah 1438 H)
Istrahatlah kata-kata
Berbaringlah di sampingku
Kau tak perlu terlalu riuh
Karena kau dan aku tak tahu
Esok kita jadi apa (lagi)
Pepper Earth, 23 Agustus 2017
Aku tak suka caramu mencintaiku
Seperti bising nyamuk malam
Yang membuatku tak bisa terlelap
Aku tak suka caramu menyangiku
Laksana flu yang menyerang
Membuatku sesak, sulit bernapas
Aku tak suka caramu merindukanku
Bagaikan sariawan di ujung lidah
Menjadikanku takselera makan
Namun,
Aku begitu sangat suka denganmu
Seperti malam sebagai sandaran lelah
Laksana napas yang terus berembus
Bagaikan makanan bagi jiwa dan ragaku
Dan yang pasti
Dengan hadirmu
Hidupku menjadi lebih hidup,
Semakin hidup
Selalu ....
PepperEarth, 10 Agustus 2017