Minggu, 06 Agustus 2017

Memuisikan Rasa

Kau tahu, puisi adalah tempat yang paling damai untuk menyembunyikan resah sekaligus tempat yang paling nyaman mengungkapkan rasa.

Namun, kau harus tahu, kelak, pelukku adalah puisi yang paling hangat tempatmu berlabuh, menikmati masa.

Pepper Earth, 21 Maret 2017

Sepi

Dan di saat sepi menyerang
Alam hanya bisa melantunkan lagu sendu
Malam menutup mata dan enggan melihat
Sementara pikiran berteriak tanpa suara

Satu demi satu bayangan menyapa
Menggoda untuk berlari keluar
Mencecap manis embun malam
Meneguk sejuk embusan angin

Kalau saja kau ada di sini
Sepi takkan mampu mengoyakku seperti ini
Aku aku tak akan mengacuhkannya
Membiarkannya sebagai sepi,
Tanpa kawan sejati

PepperEarth, 6 Agustus 2017
Pukul  00.39

Sabtu, 07 Januari 2017

Kau

Tahukah engkau??
Aku selalu datang menyapamu di setiap senja
Membawakan cumulus dan sirus untuk kita padukan
Namun, aku lebih memilih tak membangunkanmu
Ku biarkan kau terlelap dalam dekapan kenangan
Hingga malam menyamarkan rupamu dari pelupuk mata

#Senja7Jan15

Kamis, 22 Desember 2016

Ibu

Ibu bukan embun pagi,
Menyejukkan kemudian pergi begitu saja
Ibu adalah rembulan yang menerangi,
Namun tak menyebabkan gerah
Ibu adalah gemintang,
Tetap ada walau sinarnya terkalahkan mentari
Ibu adalah udara
Selalu ada meski tak terjamah mata
Ibu adalah rumah paling ramah,
Tempat segala kebaikan bermula

#SelamatHariIbuEmmakku
#SehatkiSelalu
#TM

PepperEarth, 22 Desember 2016

Ibu

Ibu bukan embun pagi yang menyejukkan kemudian pergi begitu saja
Ibu adalah rembulan yang menerangi, namun tak menyebabkan gerah
Tetap ada walau sinarnya terkalahkan mentari
Ibu adalah udara
Selalu ada meski tak terjamah mata
Ibu adalah rumah paling ramah,
Tempat segala kebaikan bermula

#SelamatHariIbuEmmakku
#SehatkiSelalu
#TM

PepperEarth, 22 Desember 2016

Senin, 21 November 2016

Sejati Itu, Dia

Senja ufuk barat mendekap jingga erat-erat
Dekapannya begitu hangat membuat mega-mega iri
Seketika gerimis mengalun, menderas
Mencumbu tetanah yang mulai mengering
Kau tahu?
Aku di sini menunggumu
Menengadah, mengharap rupamu datang bersama hujan
Namun, semakin ku menunggumu
Semakin deras kenangan itu menghujan
Menghanyutkanku dalam rasa yang tak ku kenali
Kucoba terus bergerak
Menyibakkah kaki yang mulai kaku dengan luka
Mencari arah tuk temukanmu
Namun, hanya Dia yang kutemui
Semakin ku berpaling,
Semakin Dia mendekapku
Ku ingin kembali
Mengetuk pintu rumah-Nya yang ramah
Namun, aku takut
Takut meninggalkan-Nya untuk kesikian kali
PepperEarth, 21 November 2016

Jumat, 11 November 2016

Teruntuk Guruku

Sayup-sayup terdengar lembut suaramu
Senyummu membayang, melekat dalam ingatanku
Petuahmu menyejukkan, melepaskan dahaga
Ilmumu menerangi kelam jiwaku yang rabun

Kau tak pernah letih dengan tingkahku
Berharap kasih dengan sejuta risih
Namun, kau begitu cerdas membaca inginku
Menuntunku berjalan, menyusuri lorong ilmu yang sering kau dongengkan

Aku berang,
Berontak,
Berlari dari jerat kasih yang curahkan
Namun aku tahu, hatimu selalu tersenyum
Menyambutku tatkala kujatuh, tersungkur

Terima kasihku atas kasih yang selalu kutepis jauh-jauh
Padahal kubegitu butuh ....

Bumi Nikel, 11 November 2016