Jumat, 18 Mei 2018

Sadarkah Kita

Mendung masih menggantung
Mendekap mentari dalam-dalam
Sedari kemarin dingin membuat gigil
Melahap terik, meluruhkan dahaga

Sayang, ia masih saja dicerca
Penghambat jejak langkah kaki
Anugerah dari Tuhan diacaci
Mengabaikan rahmat demi amarah

Akh, manusia terlalu sering berucap sumpah serapah
Menghambur dari bibir, terlontar dengan kata-kata
Tatapan sinis mengantar tanpa pamrih
Amarah memuncak mendidihkan raga

Sungguh merugi
Dosa-dosa terus mengalir
Membanjir dari dalam diri
Sementara Ramadan terus berlalu
Detik demi detik

Adakah kita rasa??

Bumi Nikel, 18 Mei 2018
(Jumat, 2 Ramadan 1439 H)

Kamis, 17 Mei 2018

Ramadan Karim

Jejak-jejak Ramadan makin dekat
Gemuruh dalam jiwa kian terasa
Ada pilu yang menggantung di dada
Tentang sesal yang kian menyesak

Berjuta pikir dan laku yang ter-sesat
Menggurat, memintal, menjalin cerita
Namun, Ramadan tetap menyapa ramah
Tanpa peduli remuk wajah yang semrawut

Aku tertunduk malu
Membalas sapanya dalam hati
Menyambutnya dengan senyum simpul
Namun, tetap saja luka menganga dalam tatap

Jiwa berontak, meraung, meratap
Mencari seberkas cahaya dalam gelap
Menuju terang yang gemerlap
Membawa jiwa dalam buaian: lelap

Bumi Nikel, 17 Mei 2018
(Kamis, 1 Ramadan 1439 H)

Minggu, 14 Januari 2018

Gerimis di Minggu Pagi

Takada yang lebih arif daripada gerimis di Minggu pagi
Dikecupkannya syair-syair rindu yang lembab pada tidur yang lelap

Takada yang lebih bijak daripada gerimis di Minggu pagi
Dibisikannya lagu-lagu sendu yang basah pada mimpi yang manis

Takada yang lebih cakap daripada gerimis di Minggu pagi
Diselimutkannya sajak-sajak kasih yang hangat pada jiwa yang gigil

(ATM dari Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono)

PepperEarth, 14 Januari 2018

Senin, 01 Januari 2018

Aku (tak) Bisa Mencintaimu

Aku memang tak bisa mencintaimu seperti malam pergantian tahun baru Masehi: begitu glamor, penuh riuh, penuh warna, tetapi hanya sepintas (lalu) pergi meninggalkan (jejak) jelaga di mana-mana.

Aku hanya bisa mencintaimu seperti pagi 1 Januari: begitu teduh, tanpa bising kendaraan, tanpa cahaya warna-warni, tetapi selalu memberi ruang untuk memahami (hati) dan menata langkah (kaki) kembali.

Wanua Massengereng, 1 Januari 2018

Waktu adalah Bukti

1.
Mimpi memang adalah kunci. Namun, kebanyakan kunci justru kadang akan membuat bingung menentukan yang tepat membuka pintu (hati).

2.
Janji adalah lecut bagi diri. Namun, semakin banyak kau mengikrar janji, semakin besar peluangmu untuk ingkar.

3.
Percayalah, waktu selalu menjadi bukti atas kebaikan Tuhan kepada sang penghuni bumi. Meski tak semua mimpi menjadi nyata; tak semua janji tertepati, bersabar dan bersahabatlah dengan (sang pemilik) waktu.

Wanua Massengereng, Penghujung 2017 (Awal 2018)

Senin, 04 Desember 2017

Gurindam Kita

Apabila terpelihara kata
Maka hati takkan meronta

Apabila terpelihara rasa
Maka jiwa takkan nelangsa

Apabila kita terpelihara
Maka rindu bukanlah perkara

PepperEarth, 4 Desember 2017

Minggu, 03 Desember 2017

Malam

1.
Aku ingin menjadi malam: tabah menerima ia yang datang, sabar mengantar ia yang pergi.

2.
Malam adalah pelabuhan yang paling ramah. Tempat menyandarkan lelah; mengistirahatkan imaji.

3.
Namun, sayang, malam tak begitu pandai menyembunyikan bayang. Ia justru membuat bayangmu semakin nyata.

PepperEarth, 3 Desember 2017