Selasa, 11 Agustus 2015

Ikrar (part 2)

Bagaimana mungkin ku terlelap
Sedangkan janjiku masih tak kutepati
Meski inginku telah membuncah
Ragaku masih tetap di sini
Memeluk bayangmu erat-erat
Percayalah...
Selalu ada kamu di setiap kata
Entah itu ku tuliskan
Entah ia hanya dalam ingatan saja ...

Bumi Nikel, 11 Agustus 2015

Minggu, 09 Agustus 2015

Tentang Harapan

Jangan pernah menutup harapan sebelum Engkau tutup usia!! #TM

Jika

Jika kau adalah rembulan, akulah pekat malam yang selalu menemanimu agar kau dan aku menjadi lebih indah

Jika kau adalah fajar, akulah kicau burung yang selalu setia menantimu agar kau dan aku tetap setia

Dan jika kau adalah pagi, akulah mentari hangat yang selalu menunggumu meski kau dan aku tak selalu bersama. Percayalah, Aku ada.

#TM
#BumiNikel9815

Sabtu, 08 Agustus 2015

Menunggu

Detak detik jam terus berdecah kagum
Ia masih setia melirik aku yang masih setia

Jumat, 07 Agustus 2015

Kembali

Dan kini telah ku temukanmu kembali
Ku tak perlu menunggu esok tuk bersama
Kau hadir di saat ku butuhkanmu
Bersamaku
Mengguratkan kisah kita besama
Menjadikannya saksi
Kita pernah ada

#GoresanSenja

Ikrar

Di tengah temaram malam tanpa rembulan
Sepoi malam menyapa dedaunan kering menggerisik pedih
Hembusannya begitu dingin menusuk tulang belulang
Namun, ia tak kuasa melunakkan dedaunan kering
Tubuhnya telah terlajur kering kerontang

Rabu, 22 April 2015

Wajahmu Kian Karut Marut

Masih ingatkah kau perjuangan mereka
Menuruni lembah melewati semak belukar
Menembus dinginnya embun pagi
Menerobos teriknya sang mentari
Hanya demi seberkas sinar kehidupan

Masih ingatkah kau tangis mereka
Mereka yang tak bisa menulis di secarik kertas
Mereka yang tak mampu mengeja untaian kata
Mereka yang tak dapat berbicara fasih
Mereka yang hanya bisa duduk tersungkur
Meninjau dunia di kejauhan sana

Kini kau telah merengkuh segalanya
Tak perlu kau melewati cadas yang tajam
Semua telah jelas di depan mata
Tak perlu kau berlari, berkejaran dengan maut
Hanya untuk mengenyam bangku sekolah

Namun, semua begitu ironis
Kau membuat wajah pendidikan tercoreng
Sikap dan tingkahmu semakin tak terdidik

Kau telah mendewakan egomu
Kau tak dapat mendengar lagi nuranimu
Kau terhipnotis dengan kemudahan zaman rumit ini
Kau terbius dengan segala perkembangan teknologi

Semua kau gampangkan
Bahkan ijazah pun dapat kau beli

Tidakkah kau berpikir
Betapa rapuhnya tulang punggung negeri
Generasi yang selalu dibangga-banggakan
Kini menjadi pengkhianat atas bangsanya

Kapan negeri yang damai kan terwujud??
Kapan negeri yang sejahtera dapat terengkuh??

Bangunlah dari tidur lelapmu
Tunjukkan kepada mereka yang telah memandangmu sebelah mata
Buktikan kepada mereka yang telah menutup telinga tentang idemu
Karena dalam  genggamanmulah masa depan bangsa


Bumi Nikel, 22 April 2015