Minggu, 19 November 2017

Hujan Malam Minggu

Tidak ada yang lebih tabah dari hujan malam Minggu
Ditepisnya aliran sumpah serapah dari bibir suci para pemabuk cinta

Tidak ada yang lebih bijak dari hujan malam Minggu
Dibelainya katupan mata para lajang yang menjadi penjaga rumah

Tidak ada yang lebih arif dari hujan malam Minggu
Didekapnya dengan damai jiwa-jiwa yang terkulai karena jarak

PepperEarth, 18 November 2017

Terinspirasi dari Hujan Bulan Juni (Sapardi Joko Damono)

Jumat, 10 November 2017

Aku adalah Sepi

Aku adalah sepi
Di antara meja-meja kosong
Aku menjelma menjadi riuh
Belingsatan di kepala
Memenuhi ruang-ruang imaji

Aku adalah sepi
Di bawah lampu-lampu jalan
Aku menjelma menjadi kerlip
Kedap-kedip di tengah temaram
Berpendar di pelupuk mata

Aku adalah sepi
Dalam dekapan rerintik
Aku berbisik kepada sepoi
"Aku (tak) ingin sendiri".

Lapangan Wasuponda, 10 November 2017

Teruntuk Ibu

Engkau adalah malaikat tak bersayap
Dikirim Tuhan untuk menjagaku
Merawatku sepenuh jiwa dan raga
Tak pernah mengeluh sedikit pun

Kasih sayangmu begitu lembut
Selembut kata-kata yang keluar dari bibirmu
Meski aku kadang tak pedulikanmu
Kau tetap tersenyum hangat

Kadang aku melawan dan marah
Sengaja tak mendengarkan perintah
Aku menutup mata dan telinga
Berlari meninggalkan rumah

Namun, aku sadar
Tak ada yang mampu menyaingi kasihmu
Tak ada yang mampu menandingi sayangmu
Karena engkau adalah segalanya bagiku

Otw Wotu, 10 November 2017

Selasa, 31 Oktober 2017

Tentang Cinta

1. Katanya, hidup tanpa cinta bagaikan sayur tanpa garam. Namun sayang, terlalu cinta hanya akan membuat sakit (hati) dan mata berair perih, sedangkan cinta tanpa balasan adalah air garam di atas luka. Hanya cinta dengan takaran pas yang mendamaikan, meski rawan hambar tanpa sebab musabab.

2. Katanya, hidup tanpa cinta bagaikan malam tanpa bintang. Namun sayang, cinta yang teramat sangat hanya menjadi awan gelap, sedangkan cinta tanpa ikatan adalah hujan berkepanjangan. Hanya cinta kepada sang pemilik cinta yang menerangkan, menjadi bintang - tetap ada di siang dan malam.

3. Ketahuilah, cinta akan selalu ada bagi ia yang percaya. Laksana garam di lautan, ia tetap ada selama hidup dan kehidupan masih ada. Cinta akan sela ada bagi ia yang yakin. Ibarat bintang, ia tetap ada meski mata kadang tak menjamahnya.

PepperEarth, 30 Oktober 2017

Jumat, 13 Oktober 2017

Mungkinkah Aku

Mungkin aku harus berlari mencari riuh
Menenggalamkan diri di dalamnya
Mandi dan bersuci agar sepi ini luruh
Larung dalam derasnya aliran waktu

Mungkin aku harus berlari mengejar matahari
Mendekapkan diri agar rindu terbakar
Meleleh mengalir dari sudut mata
Mengucur deras bersama air mata

Mungkin aku harus berlari menjemput pagi
Menyambutnya dengan senyum simpul
Meski hati masih saja gamang
Biarkan sejuk embun membasuhnya
Meniupkan roh penuh kasih kepada jiwa

PepperEarth 20 Agustus 2017
 

Memenjarakan Rasa

Kembali aku terbaring di batas senja
Meresapi jingga mendekap hangat
Memejamkan mata, membangunkan imaji
Membiarkan semua asa melayang, terbang

Seketika dada sesak, bergejolak
Rasa berlarian, menyeruak, berang
Sementara jeruji menghadang langkahnya
Ia memberontak, menekan-nekan dada

Aku tak ingin ia berkuasa
Biarkan saja ia lelap di sana
Agar imaji dapat bermanja
Berpeluk dengan senja

Pepper Earth, 22 Agustus 2017

Sabtu, 07 Oktober 2017

Tentang Ayah

Ayah adalah mata yang jarang dilirik namun selalu melihat
Ayah adalah telinga yang jarang didengar namun selalu mendengar
Ayah adalah bibir yang kadang tidak disebut namanya namun selalu menyebut kita
Ayah adalah tulang punggung yang selalu menopang meski tak pernah terlihat
Ayah adalah jantung yang selalu berdetak (bekerja) meski kita sedang asyik terlelap
Ayah adalah darah yang jasanya selalu mengalir dalam nadi meski kita tak sadar
Ayah adalah udara, tanpanya kita takkan pernah ada

PepperEarth, 7 Oktober 2017