Minggu, 06 Agustus 2017

Kembali

Kembali melipat jarak Wanua Massengereng - Bumi Nikel untuk kesekian kalinya
Pepohonan berlarian, gemintang berkejaran, rembulan mengiringi
Setidaknya 10 Dzulhijjah kali ini tak lagi bersua dengan paradoks atau pun metafora-metafora yang menggantung di ubun-ubun
Kali ini telah kutemukan definisi "pulang" dan "kembali" yang sesungguhnya
Ia memang serupa, tapi tak sama
Teruntuk sejumput rasa yang menggantung di kaki-kaki pekat
Aku kembalikan kau kepada sang pemilikmu
Biarkan Ia menidurkanmu hingga waktunya untuk terjaga, pulang.

WanuaMassengereng, 12 September 2016

(Hampir) Sama, tapi Tak Sama

Bukan karena kita taktahu, lantaran kita berkesimpulan ia takada

Bukan karena dia hampir sama, lantaran kita menyamakannya

Ada banyak hal yang tidak kita ketahui dan orang lain tahu, pun sebaliknya sama.

Ada beberapa hal yang hampir sama, tapi sejatinya jauh berbeda, tak sama.

Bukankah kata bersinonim saja memiliki ketidaksamaan?

Memuisikan Rasa

Kau tahu, puisi adalah tempat yang paling damai untuk menyembunyikan resah sekaligus tempat yang paling nyaman mengungkapkan rasa.

Namun, kau harus tahu, kelak, pelukku adalah puisi yang paling hangat tempatmu berlabuh, menikmati masa.

Pepper Earth, 21 Maret 2017

Sepi

Dan di saat sepi menyerang
Alam hanya bisa melantunkan lagu sendu
Malam menutup mata dan enggan melihat
Sementara pikiran berteriak tanpa suara

Satu demi satu bayangan menyapa
Menggoda untuk berlari keluar
Mencecap manis embun malam
Meneguk sejuk embusan angin

Kalau saja kau ada di sini
Sepi takkan mampu mengoyakku seperti ini
Aku aku tak akan mengacuhkannya
Membiarkannya sebagai sepi,
Tanpa kawan sejati

PepperEarth, 6 Agustus 2017
Pukul  00.39

Sabtu, 07 Januari 2017

Kau

Tahukah engkau??
Aku selalu datang menyapamu di setiap senja
Membawakan cumulus dan sirus untuk kita padukan
Namun, aku lebih memilih tak membangunkanmu
Ku biarkan kau terlelap dalam dekapan kenangan
Hingga malam menyamarkan rupamu dari pelupuk mata

#Senja7Jan15

Kamis, 22 Desember 2016

Ibu

Ibu bukan embun pagi,
Menyejukkan kemudian pergi begitu saja
Ibu adalah rembulan yang menerangi,
Namun tak menyebabkan gerah
Ibu adalah gemintang,
Tetap ada walau sinarnya terkalahkan mentari
Ibu adalah udara
Selalu ada meski tak terjamah mata
Ibu adalah rumah paling ramah,
Tempat segala kebaikan bermula

#SelamatHariIbuEmmakku
#SehatkiSelalu
#TM

PepperEarth, 22 Desember 2016

Ibu

Ibu bukan embun pagi yang menyejukkan kemudian pergi begitu saja
Ibu adalah rembulan yang menerangi, namun tak menyebabkan gerah
Tetap ada walau sinarnya terkalahkan mentari
Ibu adalah udara
Selalu ada meski tak terjamah mata
Ibu adalah rumah paling ramah,
Tempat segala kebaikan bermula

#SelamatHariIbuEmmakku
#SehatkiSelalu
#TM

PepperEarth, 22 Desember 2016