Karena hidup adalah sebuah kisah yang telah tersusun apik oleh Sang Mahakuasa, biar kutuliskan sedikit kisah dalam kanvas yang Ia anugerahkan meski tak seapik guratan-Nya.... "Bila pagi adalah kanvas putih yang kuterima, biarkan kugoreskan rasa dan asa ini hingga senja menyapa..." #TM
Minggu, 28 April 2019
35 Quotes Tere Liye dalam Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah
Pergi (Part 1)
Tentang sebuah perjalanan, tinggal adalah sementara, sedangkan pergi adalah abadi - cepat atau lambat. Bukannya takcinta, namun takdir adalah segalanya.
(PepperEarth, 13 April 2019)
Sabtu, 13 April 2019
Pergi (Part 2)
Pergi memang meninggalkan, namun tidak berarti melupakan. Kita masih bisa bersua meski hanya lebih sering menyatu dalam kenangan.
(PepperEarth, 13 April 2019)
Jumat, 17 Agustus 2018
Hikayat Si Miskin
Nenek Pakande
Rabu, 27 Juni 2018
27 Juni Ke-30
27 Juni Pukul 00.00
Waktu adalah anugerah terindah dari Tuhan. Meski ia tidak dapat diputar kembali, namun Tuhan selalu memberi kesempatan untuk berbenah diri.
Waktu adalah ujian. Ia akan terus berlalu tanpa pernah peduli, bahagiah atau sedihkah engkau. Namun, kita harus tetap peduli dengan diri sediri (memantaskan diri) karena waktu tidak pernah menunggu.
Hanya kuasa Tuhan yang dapat menuntun, membimbing, dan meneguhkan hati agar langkah tak mangkir dari titah-Nya. Semoga aku tak pernah letih merayu agar selalu dalam lindungan-Nya hingga aku benar-benar kembali.
Pepper Earth, 27 Juni 2018
Minggu, 17 Juni 2018
Sesal
Tersesat dalam labirin rasa
Rindu hanyalah semu yangi membayang
Yang nyata hanyalah sesal yang membuncah
Entah sampai kapan
Wanua Massengereng, 17 Juni 2018
(Ahad, 3 Syawal 1439 Hijriah)
Jumat, 15 Juni 2018
Lebar-an - Idulfitri
Tiba saatnya membuka hati selebar-lebarnya untuk meminta maaf dan memaafkan
Tiba masanya membuka pikiran seluas-luasnya bahwa setiap insan pasti pernah khilaf
Tiba waktunya membuka jiwa sedalam-dalamnya untuk menyambut lembaran baru yang suci
Semoga kembali fitrah
Wanua Massengereng, 15 Juni 2018
(Jumat, 1 Syawal 1439 Hijriah)
Kamis, 14 Juni 2018
Malam Takbiran
Rindu membuncah
Sesak memenuhi rongga dada
Seketika sunyi menyerang
Menggerogoti seluruh raga
Ia benar-benar pergi
Meninggalkan tanpa isyarat
Namun, hadirnya lekat dalam ingatan
Menebalkan iman dalam jiwa
Mampukah bertahan
Tak goyah diterpa prahara
Tak ruai dihantam badai
Hingga temu menghampiri
Wanua Massengereng, 14 Juni 2018
Ingin (Bertemu Kembali)
Dan kita telah berdiri di penghujung jalan
Menilik dalam-dalam punggung tempatku berlabuh
Dan kau takkan mungkin berbalik
Memelukku lagi walau hanya sekejap
Telah tiba waktunya untuk pergi
Takada yang bisa menghalangi
Kau akan tetap berlalu - meninggalkan
Menyisakan sejuta harap dalam jiwa
Aku akan tetap menanti
Karena kau pasti kembali
Dan aku ingin tetap di sini
Berharap takkan pergi
Wanua Massengereng, 14 Juni 2018
(Kamis, 29 Ramadan 1439 H)
Malam Terakhir
Akan datang sunyi menyambangi
Menggulung hiruk-pikuk tentang-Nya
Melipat segala rutinitas untuk bersama
Semoga gelap tak kembali memeluk erat
Jiwa ingin tetap riuh dengan nama-Nya
Hati selalu damai memuja keagungan-Nya
Bibir selalu basah, mengeja firman-Nya
Kaki selalu melangkah menuruti titah-Nya
Akankah aku bisa sedekat ini terus?
Menyapa hampir di setiap awal waktu
Menyebut asma di setiap embusan napas
Mengagumi kuasa-Mu di setiap mata memandang
Dan Engkau benar-benar menjagaku
Mengalihkanku dari segala yang tak kuingini
Lindungi Aku
Selalu
Wanua Massengereng, 14 Juni 2018
(Kamis, 29 Ramdan 1439 H, 00.28 WITA)
Rabu, 13 Juni 2018
Pergi
Setiap yang datang akan pergi
Dan kali ini,
Apakah benar kau akan kehilangan?
Seperti kehilangan akan dunia yang meninggalkan?
Setiap yang pergi akan berganti
Tentang Ramadan,
Adakah yang lebih baik darinya??
Dilipatgandakannya segala perkara hidup mati
Beruntung,
Ingin itu tetap tumbuh subur di hati
Berharap rajut temu dengannya
Lagi, lagi, lagi, dan lagi
....
Wanua Massengereng, 13 Juni 2018
(Rabu, 28 Ramadan 1439 H)
Selasa, 12 Juni 2018
Kau
Takada lagi jejak tentangmu
Hanya subur di dalam kepala
Kering kerontang di dalam nyata
Semoga saja tak mati
Hingga ke akar-akarnya
Wanua Massengereng, 12 Juni 2018
(Selasa, 27 Ramadan 1439 H)
Aku
Aku harus terus berusaha berada di tengah
Mendayung dengan seimbang agar tak karam
Melabuhkan segalanya kepada-Nya adalah bahagia selamanya
Melabuhkan semunya hanya kepadanya, sesal selamanya
Wanua Massengereng, 12 Juni 2018
(Selasa, 27 Ramadan 1439 H)
Minggu, 10 Juni 2018
Amin
Biijudikaa aamiin
Dan pekikan "Aamiin" menggema di telinga
Telah lama doa-doa itu tak terdengar lagi
Tenggelam dalam doa sunyi senyap masing-masing
Menggema dalam sukma tanpa suara
Berlabuh dalam-dalam pada jiwa yang gamang
Allahummashalli waassalimalaih
Dan pekikan "Aamiin" kembali menggema di telinga
Ada riuh menggaung memenuhi langit-langit surau
Doa-doa, puji-pujian tercurahkan tanpa jeda
Ada harap yang tak terputus dari jiwa-jiwa rapuh
Karena hanya kepada-Mu segala harap berlabuh
Wanua Massengereng, 10 Juni 2018
(Ahad, 25 Ramadan 1439 H)
Jumat, 08 Juni 2018
Ramadan Keenam
Sudah enam kali aku kehilanganmu
Mengikhlaskan segalanya kepada jarak
Meski ingin tentangmu begitu besar
Menggumpal di dalam rongga dada
Sudah enam kali aku melepasmu
Membiarkan pekat membawamu pergi
Meski kutahu rupamu yang sama takkan kutemui
Walau kau datang menyapa kembali
Sudah enam kali aku ...
Akh, aku masih saja takbisa berbuat apa-apa
Hanya bisa berpasrah - berserah diri
Karena Dia mahatahu
Wasuponda - Bone-Bone, 8 Juni 2018
(Jumat, 23 Ramadan 1439 H)
Kamis, 07 Juni 2018
Mata
Mata adalah kunci
Penutup pintu hati
Jika ia mampu menutup pintu (hati)
Dengan dalih takut kepada-Nya
Berkahlah seisi badan
Mata adalah kunci
Pembuka mata hati
Tatkala ia mampu bangkit - terjaga
Dengan janji bersua dengan-nya
Bahagiahlah seluruh jiwa
Pepper Earth, 7 Juni 2018
(Kamis, 22 Ramadan 1439 H)
Aku Ingin (Dia)
Dan kau berhasil membuatku takbisa jauh
Berlalu-lalang, memenuhi ruang-ruang kepala
Menjelma dalam setiap tarikan napas
Melebur dengan udara yang berembus
Namun, aku tak ingin kehilangan Dia
Aku ingin Ia tetap di sini,
Bertakhta dalam hati
Karena kepala selalu tunduk pada hati
Pepper Earth, 7 Juni 2018
(Kamis, 22 Ramadan 1439 H)
Selasa, 05 Juni 2018
Ke-datang-an(mu)
Tatkala kau yang dinanti datang menyapa
Seberapa siapkah aku menjemputmu?
Ritual apa telah kusiapkan tuk menyambutmu?
Adakah jamuan kusediakan untukmu?
Segalanya menjadi anomali
Aku pontang-panting ke sana ke mari
Bukankah ia yang aku ingin-ingini
Aku idam-idamkan setiap hari
Kini, ia benar-benar datang untukku
Lantas, mengapa aku seolah sangsi?
"Ajak dia bercanda, bersenda gurau bersama,
Ia tak semenjemukan yang kau kira."
Kelak, aku akan merindukannya
Seperti rinduku yang menggunung
Kepada ia yang telah lalu - pergi
Pepper Earth, 5 Juni 2018
(Selasa, 20 Ramadan 1439 H)
Kehilangan(mu)
Dan engkau pergi tanpa kusadari
Kehilangan(mu) begitu memilukan
Kau takkan mungkin kembali
Sampai kapanpun,
Kau takkan pernah kembali
(19 Ramadan 1439 H)
